Jumat, 16 Desember 2011

TEKNIK PENGUMPULAN DATA DENGAN WAWANCARA

Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data.

Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara pada 1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian kualitatif).

Sifat: Terdapat interaksi dan komunikasi antara pewawancara dengan responden.

  • Sebelum wawancara dimulai:

§ Menerangkan maksud wawancara dikaitkan dengan tujuan penelitian.

§ Menjelaskan mengapa responden dipilih untuk diwawancarai.

§ Menjelaskan identitas dan asal-usul pewawancara.

§ Menjelaskan sifat wawancara: terbuka atau tertutup (rahasia).

  • Kelebihan teknik wawancara:

1. Wawancara memberikan kesempatan kepada pewawancara untuk memotivasi orang yang diwawancarai untuk menjawab dengan bebasa dan terbuka terhadap pertanyaa-pertanyaan yang diajukan.

2. Memungkinkan pewawancara untuk mengembangkan pertanyaanpertanyaan sesuai dengan situasi yang berkembang.

3. Pewawancara dapat menilai kebenaran jawaban yang diberikan dari gerak-gerik dan raut wajah orang yang diwawancarai.

4. Pewawancara dapat menanyakan kegiatan-kegiatan khusus yang tidak selalu terjadi.

  • Kekurangan teknik wawancara:

1. Proses wawancara membutuhkan waktu yang lama, sehingga secara relatif mahal dibandingkan dengan teknik yang lainnya.

2. Keberhasilan hasil wawancara sangat tergantung dari kepandaian pewawancara untuk melakukan hubungan antar manusia.

3. Wawancara tidak selalu tepat untuk kondisi-kondisi tenpat yang tertentu, misalnya di lokasi-lokasi yang ribut dan ramai.

4. Wawancara sangat menganggu kerja dari orang yang diwawancarai bila waktu yang dimilikinya sangat terbatas.

  • Macam-macam Wawancara

1. Wawancara Terstruktur

2. Bila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh.

3. Peneliti sudah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis dan alternatif jawaban.

4. Wawancara Semi Terstruktur

5. Dilaksanakan lebih bebas dibandingkan dengan wawancara terstruktur.

6. Bertujuan untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka.

7. Wawancara tak berstruktur

8. Dilakukan secara bebas, peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara secara sistematis.

9. Pedoman yang digunakan hanya garis-garis besar permasalahan.

10. Peneliti belum mengetahui secara pasti apa yang akan diperoleh, sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan

  • Langkah-langkah Wawancara

1. Menurut Lincoln & Guba, ada 7 langkah :

2. Menetapkan kepada siapa wawancara akan dilakukan.

3. Menyiapkan pokok-pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan.

4. Mengawali atau membuka wawancara.

5. Melangsungkan alur wawancara.

6. Mengonfirmasikan ikhtisar hasil wawancara dan mengakhirinya.

7. Menuliskan hasil wawancara.

8. Identifikasi tindak lanjut hasil wawancara.

  • Jenis-jenis Pertanyaan dalam Wawancara

1. Pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman.

2. Pertanyaan yang berkaitan dengan pendapat.

3. Pertanyaan yang berkaitan dengan perasaan.

4. Pertanyaan tentang pengetahuan.

5. Pertanyaan yang berkenaan dengan indera.

  • Hal-hal yang Berkenaan dengan Wawancara

Alat-alat wawancara :

ü Buku Catatan

ü Tape Recorder

ü Camera

ü Mencatat Hasil Wawancara

ü Hasil wawancara harus dicatat.

ü Untuk wawancara yang dilakukan secara. terbuka & tidak berstruktur, peneliti perlu rangkuman yang lebih sistematis.

Sumber :

http://www.gangsir.com/download/5-TeknikPengumpulanData.pdf

http://www.infoskripsi.com/Tip-Trik/Instrumen-dan-Teknik-Pengumpulan-Data.html

http://girlycious09.wordpress.com/2011/03/27/teknik-pengumpulan-data/

Kamis, 15 Desember 2011

TEKNIK PENGUMPULAN DATA DENGAN ANGKET

Angket / kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya. Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah.

Sifat: terdapat interaksi antara obyek yang diamati dengan pengamat/pengumpul data.


  • Secara umum isi dari kuesioner dapat berupa:

1. Pertanyaan tentang fakta. Fakta yang dimaksud di sini adalah sesuatu yang berhubungan dengan responden, seperti umur, pendidikan, agama. Informasi yang diketahui oleh responden juga dikategorikan dalam fakta.

2. Pertanyaan tentang pendapat. Menyangkut perasaan dan sikap responden tentang sesuatu.

3. Pertanyaan tentang persepsi diri. Mengenai cara responden menilai sesuatu tentang perilakunya sendiri dalam hubungannya dengan orang lain atau lingkungan.


  • Hindarkan pertanyaan yang menghendaki ingatan
    Jika dikaitkan dengan leluasa tidaknya responden memberikan jawaban terhadap pertanyaan yang diajukan, pertanyaan dibagi dalam dua jenis, yaitu:

1. Pertanyaan tertutup
Kemungkinan jawabannya sudah ditentukan terlebih dahulu dan responden tidak diberi kesempatan memberikan jawaban lainnya.

2. Pertanyaan terbuka
Kemungkinan jawabannya tidak ditentukan terlebih dahulu dan responden bebas memberikan jawaban.

3. Kombinasi tertutup dan terbuka
Jawabannya sudah ditentukan tetapi kemudian disusul dengan pertanyaan terbuka

4. Pertanyaan semi terbuka
Jawabannya sudah tersusun tetapi masih ada kemungkinan tambahan jawaban.
Pertanyaan yang dibuat harus mempunyai hubungan yang relevan dengan permasalahan pokok dan harus dapat menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Pertanyaan seyogyanya harus dapat dijawab oleh responden dalam waktu singkat. Dalam menyusun pertanyaan setidaknya ada dua hal yang perlu dipikirkan, yaitu isi dari setiap item pertanyaan dan hubungan antara item dengan item dalam keseluruhan kuesioner.

  • Cara pemakaian kuesioner:

§ Tatap muka dengan sumber data/responden secara kelompok atau perorangan.

§ Melalui telepon.

§ Melalui pos (surat).


  • Kelebihan Survei secara langsung.

§ Dapat diterapkan untuk pengumpulan data dalam lingkup yang luas.

§ Dalam hal tertentu, efisien dalam penggunaan waktu pengumpulan data.


  • Kelemahan Survei:

§ Ada informasi terselubung dari responden khususnya untuk informasi yang berkaitan dengan sifat, motivasi atau perilaku responden.

§ Responden terkadang:

§ Data yang diperoleh autentik, obyektif dan jujur karena berasal dari sumber data (responden) tidak menjawab apa adanya tetapi apa yang sebaiknya.

§ Responden terlalu dibatasi pada jawaban-jawaban tertentu.

§ Responden sering tidak mengembalikan kuesioner.

§ Sering muncul jawaban-jawaban yang tidak diinginkan dan tidak sesuai dengan yang diinginkan.

Sumber :

http://girlycious09.wordpress.com/2011/03/27/teknik-pengumpulan-data/

http://adehamdani.blogspot.com/2011/11/teknik-pengumpulan-data-dengan-angket.html